Artikel Terbaru
hosting murah

Isim atau Kata Benda

1.2 Al Ismu atau Isim ( اڶاسم )
Bermakna yang dinamakan atau nama atau kata benda. Menurut ulama nahwu isim kata menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya namun tidak berkaitan dengan waktu

1.2.1 Tanda-tanda Isim
1.2.1.1 Bertemu dengan huruf jar diantaranya min (dari), ilaa (ke), ‘an (dari) , ‘alaa (diatas), fii (didalam), bi (dengan), ka (seperti), li (untuk).
1.2.1.2 Bertanwin (ًٌٍ)
1.2.1.3 Didekati alif lam ( اڶ )

1.2.2 Kelompok Isim
1.2.2.1 Berdasarkan Jenis
1.2.2.1.1 Isim mudzakkar bermakna laki-laki. Terminologi pada kata-kata yang termasuk ke jenis laki-laki, semua nama orang untuk laki-laki, nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthoh (ۃ).
Contohnya :
nama orang : yuusuf, nuuh, ahmad, zaydun.
nama benda : kitaabun, qolamun, tsawbun.
1.2.2.1.2 Isim mu-annats bermakna perempuan. Semua nama orang untuk perempuan, nama benda yang mengandung huruf ta marbuthoh (ۃ).
Contohnya :
nama orang : faathimah, khodiijatun, ‘aa isyatun
nama benda : madrosatun, jaami’atun

1.2.2.2 Berdasarkan Jumlah
1.2.2.2.1 Isim mufrod ialah kata tunggal bermakna satu, contohnya muslimun (seorang muslim), muslimatun (seorang muslimah), qolamun (sebuah pulpen), kitaabun (sebuah buku).

1.2.2.2.2 Isim mutsanna ialah bermakna lebih dari satu, dua/ganda namun tidak lebih dari dua. Contohnya muslimaani (dua orang muslim), muslimataani (dua orang muslimah) atau muslimayni (dua orang muslim), muslimatayni (dua orang muslimah) dan qolamaani (dua pulpen), kitaabaani (dua buku) atau qolamayni (dua pulpen), kitabayni (dua buku).

1.2.2.2.3 Isim Jama’ ialah bermakna lebih dari dua atau banyak. Terbagi lagi antara lain :
1.2.2.2.3.1 Jama mudzakkar salim bentuk jama’ yang berisim-isim laki-laki. Contohnya muslimiina dan muslimuuna (orang-orang muslim).
1.2.2.2.3.2 Jama muannats salim bentuk jama’ yang berisim-isim perempuan. Contohnya muslimataani (orang-orang muslimah).
1.2.2.2.3.3 Jama Taksir ialah jama tidak memiliki aturan baku, digunakan untuk kata benda mati seperti pulpen, buku, pintu dan sebagainya. Ia juga terbagi lagi antara lain :
1.2.2.2.3.3.1 Jama taksir lil ‘aqil ia untuk jamak taksir yang berakal contohnya rijalun-rijaalun (laki-laki) , nabiyyun-anbiyaa-u (nabi), rosuulun-rosulun (utusan), ustaadzun-asaati-dzatun (guru-guru).
1.2.2.2.3.3.2 Jama taksir ligoyril ‘aqil ia untuk jamak taksir kata benda contohnya kitaabun-kutubun (buku-buku), qolamun-aqlaamun (pulpen-pulpen), baabun-abwaabun (pintu-pintu).

1.2.2.3 Berdasarkan asal-usul
1.2.2.3.1 Isim Jamid ialah isim yang tak dibentuk dari kata yang lain, berdiri sendiri tanpa perubahan atau diturunkan dari yang lainnya. Contohnya qolamun (pulpen) ia berdiri sendiri.
1.2.2.3.2 Isim Musytaq ialah isim yang dibentuk dari kata yang lain. Contohnya kitaabun berasal dari kataba, masjidun berasal dari sajada.

1.2.3 Perubahan Isim
1.2.3.1 Rumus Mutsanna
1.2.3.1.1 Mufrod ke mutsanna
Mufrod + ان (ani) kondisi rafa’
Mufrod + ين (ayni) kondisi nashab dan jar
1.2.3.2 Jamak mudzakkar salim
Mufrod + ون (uuna) kondisi rafa’
Mufrod + ين (iina) kondisi nashab atau jar
1.2.3.3 Jamak muannats salim
Mufrod mudzakkar + ات (atun)

Tabel 1. 1 Perubahan Isim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *